My Friends

Related Site


بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ





Wahai pengamat ........ wahai wartawan ......... Khususnya bagi kalian yang bingung dalam menentukan pilihan dan sikap ........., terlebih kepada kalian yang selalu menjadikan aktifis Islam bulan-bulanan sikap dan komentar kalian ........

Dengarkanlah ... !
Jika Front Pembela Islam dibubarkan, maka kami semua adalah Front Pembela Islam ..
Jika menghancurkan drum minuman keras, menutup lokalisasi pelacuran dan perjudian, melawan anarkisme aqidah kaum liberal dan aliran sesat,  kalian katakan sebagai prilaku onar dan anarki, maka kami semua adalah pendukungnya ..

Wahai pengamat dan wartawan ................., berikanlah nama tentang mereka sesuai selera kalian, itu tidak menjadi soal buat mereka dan juga kami, sebab sejak lama para pejuang muslim dikatakan: anti demokrasi, anti NKRI, teroris, anti damai, dan munafik  ..., namun selama itu pula tidak menyurutkan perjuangan kami, tidak pernah mematikan Islam dan kaum muslimin..

Sementara para pendukung kerusakan moral, perjudian, pornografi, pornokasi, dan liberal justru dikatakan penyelamat bangsa, penyubur demokrasi dan penyangganya ...   padahal merekalah yang merusak NKRI, merekalah teroris sebenarnya, dan munafikin sejati, karena munafik itu adalah bahasa agama kami, maka kembalikanlah maknanya menurut sumber agama kami, bukan menurut pengamat dan wartawan yang kebingunan dengan istilah ini ....
Front Pembela Islam adalah  benteng pertama ........, selanjutnya  ketika  benteng ini mereka  rubuhkan, maka mereka akan mencoba merubuhkan benteng-benteng lain yang menjadi pelindungnya Islam dan kaum muslimin Indonesia .... merubuhkan dengan cara yang berbeda; membubarkan, stigmatisasi gerakan Islam, menyusup, dan pembunuhan karakter terhadap tokoh-tokohnya, baik yang berada dalam ormas, jamaah,  atau parpol  ...

Kerusakan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam  tetaplah kerusakan, tetapi tidak ada asap tanpa ada api ........., namun kalian lebih melotot dan memberitakan   asapnya, tidak peduli kepada apinya! Ditambah lagi,  pihak-pihak yang seharusnya memberikan rasa raman,  nampak tidak berdaya, ataukah justru menjadi backing-nya? Wallahu A’lam

Sebaliknya, apa kataka kalian tentang kerusakan yang dilakukan oleh industri pelacuran, pornografi,  minuman keras, dan para penyeru liberalisme ............. merupakan perusak yang sangat dahsyat buat bangsa ini, kerusakan yang merata di pelosok negeri dan dari waktu ke waktu mencari korban lapisan generasi dan jutaan manusia ..     Tetapi para pelakunya aman, karena  mungkin industri mereka diselamatkan oleh pajak yang mereka bayar. Apa komentar kalian wahai pengamat dan wartawan ............?

 Mereka inilah yang seharusnya dibubarkan, atau ditangkap, dan berikan hukuman, tapi ........ inilah zaman penuh kedustaan, yang benar disalahkan, yang salah menjadi pahlawan, dan banyaknya para pengamat dan wartawan ruwaibidhah!


Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda:

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ


“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kedustaan, saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang amanah justru dikhianati, dan saat itu Ruwaibidhah berbicara.” Ada yang bertanya: “Apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh namun dia membicarakan urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036, Ahmad No. 7912, Al Bazzar No. 2740 , Ath Thabarani dalam Musnad Asy Syamiyyin No. 47, Al Hakim dalam Al Mustadrak ‘Alash Shahihain No. 8439, dengan lafaz: “Ar Rajulut Taafih yatakallamu fi Amril ‘aammah – Seorang laki-laki bodoh yang membicarakan urusan orang banyak.” Imam Al Hakim mengatakan: “Isnadnya shahih tapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Imam Adz Dzahabi juga menshahihkan dalam At Talkhis-nya)

Front Pembela Islam hanyalah sebagian kecil dari umat Islam, tetapi perjuangan mereka adalah milik seluruh kaum muslimin yang masih sadar terhadap agamanya ........
Sungguh ....! Pembeda antara ahlul haq dan ahlul batil adalah saat kematiannya nanti ......

Wahai pengamat dan wartawan ... ! Jika kalian memiliki media, TV, koran,  majalah, dan berita online,     untuk menyudutkan Front Pembela Islam (dan aktifis Islam lainnya) ...., maka kami masih memiliki iman untuk bisa membedakan mana kebohongan dan mana kejujuran, mana kebenaran dan mana kebatilan.

Turunkan semua media yang kalian punya, panggilah investor-investor kalian, dan gelontorkan semua dana yang kalian miliki untuk tujuan ini ..........., tetapi itu semua kecil dan bukan apa-apa bagi kami -Insya Allah, sebab kami terbiasa berjuang dalam keadaan sudah dan kekurangan, untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih besar dari kalian sekali pun ..., sebab kami selalu bersandar kepada yang Maha Besar

Wahai pengamat dan wartawan .......... ketika Allah Ta’ala Yang Maha Kuat bersama  para pejuang agamaNya ......, maka kalian sedang bersama  siapa ketika menyerang aktifis Islam?!



Depok, 17 Februari 2012
Farid Nu’man Hasan

Post a Comment